Selasa, 04 Maret 2014

Tim SPJ Batch 3 @pedulijilbab


Alhamdulillah, 
Banjarmasin 05 Maret 2014
amanah baru dipercayakan Allah buatku, untuk berbagi lewat @pedulijilbab
berbagi buat saudara-saudaraku di luar sana, sempat deg-deg an dan nunggu in hari ini juga sebelumnya.
Kami yang lolos bukan berarti lebih baik dari kalian yang belum lolos
hanya saja Allah memberikan kepercayaan, memberikan amanah untuk kami saat ini :')
semoga kalian yang belum lolos terus semangat membumikan Hijab Syar'i
Hari ini in shaa Allah resmi menjadi bagian dari Tim SPJ nya @pedulijilbab
beberapa hari yang lalu aku punya nadzar kalau lolos akan puasa selama 3 hari
in shaa Allah mudahan bisa ku bayar minggu depan nadzar nya :')
ini challenge atau tantangan yang sudah ku buat tahap 2 kemarin.
lampiran : 

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, Puji dan syukur atas segala nikmat yang telah Kau berikan ya Rabb, atas karunia dan amanah yang telah Engkau titipkan hingga saat ini. Mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi di Peduli Jilbab, mengamalkan serta meneruskan perjuangan Rasul-Mu, nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan langkah hamba sampai saat ini Engkau Ridho’i, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Engkau ya Allah, aamiin. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga beliau, sahabat dan para tabi'in, tabiut tabiahum, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Sujud syukur karena sudah di berikan kesempatan untuk berkontribusi di peduli jilbab secara langsung. Dalam kesempatan challenge atau tantangan kali ini saya ingin menjadi bagian dari divisi Tim Kreativ di peduli jilbab. Kenapa saya ingin menjadi bagian dari tim kreative-nya peduli jilbab, karena menurut saya dakwah tidak hanya bisa kita lakukan lewat buku ataupun lisan secara langsung saja, tetapi juga bisa kita lakukan lewat karya-karya yang mana tujuannya sama-sama ingin berbagi dan bermanfaat bagi orang lain, sebagai tanda dan kasih sayang kita kepada mereka sesama muslimah khususnya bahwa jilbab itu wajib kita kenakan, bahkan ada aturannya, ada kriteria dan syarat yang harus kita penuhi dalam memakainya. Disamping itu saat saya tak lagi ada, karya yang sudah saya buat juga masih dapat di gunakan muslimah yang lainnya. Aksi nyata yang akan saya lakukan di tantangan ini adalah in shaa Allah akan membuat karya-karya yang gak cuman bisa di didapatkan oleh pengguna aktif di twitter atau facebook saja, tetapi juga di media sosial lainnya. Karena kebetulan saya pengguna aktif internet, sehingga lebih mudah untuk mengakses media sosial lainnya. Selain itu karena Alhamdulillah saya berada di Banjarmasin, lingkungan disini sudah banyak yang berhijab syar’I, jadi menurut saya divisi Tim Kreative inilah menjadi divisi pilihan saya yang sesuai dengan kegemaran dan kebutuhan muslimah disini dan di tempat lainnya, disamping ada salah satu rekan juga yang akan bekerja sama dengan saya nantinya di daerah regional Banjarmasin yang sudah memilih tim divisi Jilbab Share. Semoga kami sama-sama lulus dalam tantangan ini, aamiin. Walau saya memilih divisi Tim Kreative, tetapi tak menutup kemungkinan saya juga akan berbagi dengan lisan secara langsung kepada muslimah di Banjarmasin dan di Kalimantan Tengah nantinya saat saya sudah lulus perkuliahan. Karena masih banyak muslimah di Kalimantan Tengah yang belum mengenakan kerudung, apalagi berhijab secara syar’i. Sedih rasanya melihat fakta itu, maka dari itu saya merasa ini tugas kita yang sudah tahu untuk menyampaikan ayat-Nya kepada mereka yang mana memang benar-benar tidak tahu akan wajibnya jilbab dan kerudung. Belajar mencabut rasa malu untuk menyampaikan kebenaran serta kebaikan di kesempatan ini yaitu di Peduli Jilbab, tapi malulah saat kita tak taat pada Allah J
Saat di Kalimantan Tengah juga saya ingin sekali mengadakan seminar ataupun sosialisasi jilbab di sekolah ataupun di masyarakat secara langsung, karena juga ada tim Peduli Jilbab yang sudah berada di Kalimantan Tengah yang in shaa Allah akan membantu mewujudkan keinginan lama saya itu.
Target lain yang ingin saya lakukan nanti adalah membuat karya yang berhubungan dengan muslimah, tentang jilbab khususnya minimal 1 karya dalam 1 atau 2 minggu sekali. Kemudian berbagi karya tersebut lewat media-media sosial, selain itu karena banyak muslimah yang sering beralasan dan merasa lingkungan tidak mendukung mereka berjilbab, saya ingin berbagi kepada mereka, menyampaikan kepada mereka bahwa tekad dan niat yang kuat tidak akan menjadi penghalang kita untuk berjilbab syar’i walaupun lingkungan tidak mendukung. Tetapi kitalah yang seharusnya mempengaruhi mereka untuk membuat lingkungan tersebut jadi baik dikemudian hari. Ingin melakukan pertemuan rutin kepada muslimah yang tertarik atau merasa ingin tahu banyak tentang jilbab khusus buat muslimah yang berada satu kota dengan tempat saya kuliah atau di daerah Kalimantan Tengah saat saya libur kuliah, karena pertemuan langsung in shaa Allah akan lebih efektif dalam mengajak mereka yang baru belajar tentang jilbab syar’i.
Saat pertama mengenakan jilbab syar’i hal pertama yang terlintas adalah rasa sedih dan ingin sekali mengajak yang lain juga untuk mengenakan apa yang saya kenakan, maka dari itu menurut saya PEDULI JILBAB ini adalah wadah atau sarana yang tepat buat saya dan saudara lainnya yang ingin berbagi tetapi masih belum menemukan tempat dukungan akan itu semua. Bekerja sama menyadarkan saudara diluar sana akan wajibnya jilbab itu, merubah pikiran mereka akan kuno dan tidak cantiknya jilbab syar’i. Ingin menjadikan Peduli Jilbab tambah dikenal para muslimah lagi, karena inilah tempatnya para muslimah yang ingin mengetahui lebih banyak tentang jilbab ^^
Rasa persaudaraan yang timbul karena hubungan ukhuwah J dan berusaha memperbanyak saudara untuk mau ikut menjadi bagian dari perjuangan kita, hal ini karena masih banyaknya muslimah yang sudah berHijab Syar’i tetapi mereka belum ingin menyampaikan apa yang sudah mereka ketahui, belum ada keinginan yang kuat untuk berdakwah. Jadi keinginan ke depannya juga menyadarkan mereka yang seperti itu agar mau menjadi pejuang jilbab, sehingga para pejuang Jilbab akan semakin banyak lagi ke depannya, In shaa Allah. Selain itu akan mengajak mereka yang sudah melakukan pertemuan rutin itu untuk berdiskusi juga belajar berbicara di depan umum. Target lainnya ingin mempunyai teman baru dalam tiap bulannya berhijrah kejilbab syar’I, tak lupa juga berusaha lebih lagi dalam membuat karya, agar hasil yang didapat tidak hanya bagus menurut saya, tetapi juga dimata muslimah lainnya. Alhamdulillah sekarang rasa yakin itu semakin kuat bahwa Allah akan menolong hamba yang menolong agama-Nya. Berkomitmen tidak akan main-main dalam amanah yang sudah dipercayakan kepada saya J

Banjarmasin, 17 Februari 2014
Peluk hangat,,,

Hamidah (@midahmawaddah)

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa lampiran karya yang pernah saya buat :



Jumat, 28 Februari 2014

Tentang Cinta

Doa Sayyid Qutb Tentang Cinta"
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta. Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati. Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu.
Ya Robbi, jika aku jatuh hati. Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.
Ya Robbul ‘Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu. Jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasihmu. Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat disepertiga malam terakhir-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu. Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu. Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya, tunjukanlah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tidak pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan pada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
-As-Syahid Sayyid Qutb-

Senin, 24 Februari 2014

Cinta'i Ibu mu

Bismillah..
Alhamdulillah bisa nulis kembali, gak tau kenapa, apakah aku yang begitu peka, membaca cerita pendek dari blog nya kakek Jamil Azzaini atau ada alasan lain yang begitu menderu :') cerita ini membuat air mata ku terjatuh, ya Allah begitu sayangnya kami dengan wanita mulia bernama ibu itu. semoga cerita pendek ini juga dapat memberikan inspirasi pada kalian semua yang sudah membacanya, terutama buatku yang sudah posting, kasih sayang dan cintanya yang tak kan pernah mampu kita balas. Selamat membaca ^^ semoga rasa cinta itu akan semakin bertambah, in shaa Allah
Bapak Rela Kau Lebih Mencintai Mama
Senin kemarin, anak saya Hana Fadhila Firdausi (Hana, kelas 8) libur. Sekolahnya digunakan untuk try out kakak kelasnya. Karena ingin ngobrol dari hati ke hati dengan Hana, kemarin saya juga memutuskan untuk di rumah saja. Alhamdulillah, saya bisa ngobrol empat mata dengan anak saya yang sudah mulai remaja ini.
Kami ngobrol tentang bagaimana interaksi yang baik antara orang tua dan anak. Bagaimana pengorbanan seorang ibu, apa yang harus dijaga oleh seorang ibu agar anaknya selalu berada di jalan yang benar. Saya sampaikan kepada Hana, “Kamu harus mencintai dan menaruh rasa hormat kepada mamamu tiga kali lebih besar dibandingkan yang kamu lakukan kepada bapak.”
Saya menambahkan, “Ucapan seorang ibu bisa menjadi doa. Dulu di kampung bapak, ada seorang anak yang diminta ibunya untuk membantu bekerja. Anak itu menolak sambil marah-marah. Sang ibu kemudian berkata, busuk kakimu! Maka, beberapa hari kemudian kaki anak itu bengkak, membesar dan menimbulkan bau busuk.”
Saya lanjutkan cerita itu dengan pesan, “Saat kelak kamu menjadi seorang ibu, jaga dan berhati-hatilah terhadap yang kamu ucapkan. Ucapanmu adalah doa. Nah, kamu sekarang masih menjadi seorang anak maka tugasmu menjaga agar mamamu tidak terpancing mengucapkan kata-kata yang kotor.”
Saya kemudian bertanya kepada Hana, “Bagaimana agar mama tidak terpancing mengucapkan kata yang kotor?” Sambil terisak Hana menjawab, “Hana harus taat sama mama, Hana harus nurut sama mama, Hana harus menghormati mama. Hana gak boleh membuat mama marah.”
Suasana hening, saya menarik nafas panjang, butiran air mata mengalir pelan di pipi saya. Dengan terbata-bata saya berkata, “Menghormati mama tak cukup hanya cium tangan, memeluk, mendoakan dan bilang I love you ke mama. Kamu juga harus memuliakan tamu-tamu, teman-teman dan saudara mama. Kamu juga harus berusaha keras agar mamamu bangga dengan kamu.”
Setelah beberapa saat dalam suasana hening, saya tutup obrolan itu dengan berkata, “Mbak Hana, ridho Allah tergantung ridho orang tua. Maka buatlah agar mamamu selalu ridho kepadamu. Bapak rela cintamu kepada mama jauh lebih besar dibandingkan ke bapak. Kamu cinta khan sama bapak?” Setelah Hana mengangguk, saya berkata, “Berikan cintamu kepada mama tiga kali lipat dibandingkan cintamu kepada bapak.”
Hanapun semakin terisak, sementara saya tertegun dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya sudah termasuk orang yang memulikan ibu?” Hana menangis menuju kamarnya. Sementara saya bersujud kemudian mendokan ibu saya yang sangat saya cintai.
Salam SuksesMulia!

Wanita adalah Amanah

Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Terlebih jika jilbab itu tidak hanya sekedar untuk menutupi tubuhnya, akan tapi juga menjilbabkan hati. Dan jika ia tak bersampul, maka ia akan terlihat lebih kusam, ternoda oleh coretan, sobek, karena dia tidak bisa menjaga dirinya, itu karena dia membiarkan auratnya terlihat oleh laki-laki bukan mahramnya.

Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Dan sudah seharusnya kita menjaga amanah ini, dengan membentengi diri kita iman dan ilmu. Senantiasa belajar dan berusaha untuk selalu memperbaiki diri. Karena memang menjadi wanita baik itu tidak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman. Lihatlah di luar sana, masih banyak wanita yang dengan bangganya mengobral kehormatan dan kecantikannya, memperlihatkan auratnya kepada non mahram, bahkan ada diantara mereka yang sampai terenggut kehormatannya dikarenakan tidak bisa menjaga dirinya. Astaghfirullah, susahnya menjadi wanita.

Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi Kau yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikan diriku seorang wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini kepadaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun. Dan seperti apa diri kita kelak sangat di pengaruhi oleh bagaimana cara kita bersikap, dan menjaga izzah dan iffah kita.

Ukhti, bersyukurlah karena engkau di karunia wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna. Dan sudah seharusnya engkau menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan memamerkan aurat kepada laki-laki bukan mahram, sehingga membuat mereka tergoda dan memuja kecantikanmu. Tapi jagalah amanah tersebut dengan menjaga dirimu dari hal-hal yang Allah murkai, karena cantik yang sesungguhnya adalah ketika engkau bisa menjaga dirimu dan kehormatanmu. Bukan dengan berlomba-lomba mempercantik tubuh sehingga tidak mengindahkan batasan-batasan yang telah Allah berikan kepadamu.

Sungguh rasanya malu diri ini, ketika aku tidak bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan kepadaku. Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tandukku tidak berkenan di hati sahabat-sahabatku . Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya. Aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini.


*sumber : dakwahmuslimah

Minggu, 23 Februari 2014

Namamu

*Aku Hanya Menulis Namamu*
teruntuk kamu, 
yang setia berkunjung di setiap mimpiku,
aku hanya menulis sajak,
yang kutunjukkan untukmu,
untuk setiap saat dimana aku merindumu,
ataupun mencintamu,
akupun sungguh tak tahu
dan semua itu,
masih tentang kamu

akupun hanya menulis,

rencana hidupku yang mungkin 
lebih cocok kusebut mimpi,
bersama kamu,
menatap senja,
bermain layang-layang,
tanpa harus ada yang sendirian,
dan pulang
aku juga hanya menulis namamu,
dalam benakku,
saat kutahu,
menyebut namamu tak mampu hilangkan rindu

aku…

ah, aku hanya menulis,
apapun yang kurasa perlu,
untuk hatiku,
untuk meringankannya ketika mengingatmu

Bandung, 23 Oktober 2011

- Tia Setiawati Priatna

Jumat, 24 Januari 2014

Sound of Heart

Mungkin kebaikan adalah rentetan dari perbuatan baik yang selalu kau hadirkan dalam hidup mu. Sehingga, saat datang suatu hal buruk, bukannya berfikir buruk, tapi hati dan fikiran mu selalu mencari-cari hikmah baik dibalik segala peristiwa. Kau tahu? Jiwa mu itu indah. 
Maka jangan kita kotori jiwa yang indah itu dengan berfikir buruk tentang seseorang. Betapa damai dan bahagianya hidup ini. Bila kau selalu melihat seseorang dari sisi ‘indahnya’. Aku tahu. Setiap insan memiliki sisi khilafnya, tapi bukankah engkau senang bila orang lain melihat mu hanya dari sisi baik mu? Tentu saja, bukan? :)
Hal itu yang aku pelajari disini, Jerman. Mungkin bila aku boleh mengeluh, akan banyak hal buruk yang akan aku keluhkan. Tapi, untuk apa aku berkeluh kesah bila banyak sekali kebaikan yang Allah hadirkan bila saja kita mau sedikit membuka mata dan melihat segala indah takdir-Nya. Hidup dengan banyak orang dari latar belakang budaya yang berbeda memang bukan perkara mudah. Butuh toleransi yang tinggi juga fikiran jernih untuk selalu mencoba memahami orang lain.
Bila kita selalu mencoba untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan mencoba untuk merasakan “Bagaimana kiranya bila aku merasakan apa yang ia rasakan?” Aku rasa, engkau akan lebih mencintai orang-orang di sekitar mu. Satu hal bahwa, "Tidak ada manusia yang sempurna."
Setiap orang memiliki masa lalu mereka yang mungkin manis, mungkin juga asam, atau malah pahit? Bukankah indah bila kita bisa saling berbagi dalam perbedaan ini? Jiwa mu itu indah. Maka jadilah keindahan bagi orang-orang disekitar mu.

Gießen,
25.01.2014

Source : http://sheylalestarini.tumblr.com/post/74433491507/kebaikan-berbuah-kebaikan

NB, My Quotes : Sungguh ku ingin jadi hambaMu yang pengasih dan penyayang ya اَللّهُ , yang tak menyimpan kebencian serta kedendaman kepada insan, pemaaf jauh lebih menenangkan

Selasa, 17 Desember 2013

Upgrade Ilmu

Dalam sepekan berapa kalikah Anda datang ke majelis-majelis ilmu wahai saudariku? Sekali, dua kali, tiga kali atau mungkin hampir setiap hari, atau bahkan tidak sama sekali?
Sungguh beruntung saudari-saudariku yang hampir setiap harinya diisi dengan menimba ilmu di majelis-mejelis taklim. Namun, tentunya yang tidak memiliki waktu untuk dapat menyempatkan datang ke majelis taklim karena berbagai kesibukan, entah karena urusan rumah tangga dan anak-anak, atau mungkin karena pekerjaan, janganlah sampai ketinggalan untuk terus meng-upgrade ilmu Anda. Sejatinya tidak ada kata berhenti untuk terus belajar hingga akhir hayat.
Sekarang ini banyak sumber ilmu yang dapat kita peroleh selain dari majelis taklim, bisa dari buku, internet atau mungkin juga dari sahabat, saudara dan orang tua kita. Belajarlah berbagai ilmu dan keterampilan, dan tentu yang paling utama adalah ilmu agama sebagai dasar dan landasan kita dalam menjalani kehidupan ini. Mengapa belajar atau menuntut ilmu itu sangat penting, karena ilmu dan pengetahuan kita dapat menyelamatkan ummat dan menjadi pintu kita menuju surga.
Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadist shahih; “man salaka thariiqan, yaltamisu fiihi ‘ilman, shhalallaahu lahuu bihi thariiqan ilal jannah.” Yang artinya, “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntuk ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan ke surga.”
Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam tidak hanya dibebankan kepada kaum laki-laki, melainkan kepada setiap muslim secara umum, termasuk juga muslimah. Muslimah yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas akan memiliki banyak keuntungan dan berpotensi untuk melahirkan generasi-generasi cerdas dan berpengetahuan juga. Muslimah yang cerdas akan menjadi pendamping yang hebat bagi suami dan dapat mengantarkan suaminya tuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Muslimah yang memiliki kedalaman ilmu akan dapat mendidik anak-anak menjadi pribadi-pribadi baik dan berkualitas yang akan membela agama Allah. InsyaAllah.
Namun, tentu muslimah juga dituntut untuk dapat kritis dalam belajar dan menuntut ilmu. Di jaman arus informasi dan teknologi yang berkembang pesat, tidak dapat dipungkiri banyak sumber-sumber pengetahuan yang tidak baik dan bahkan dapat menjerumuskan pada kesesatan. Untuk itu muslimah perlu untuk selalu melihat kebenaran dari ilmu atau informasi yang diperoleh dengan merujuk pada siapakah yang menyampaikan informasi tersebut, bagaimana latarbelakang keilmuan yang dimilikinya, dan yang terpenting apakah informasi atau ilmu yang disampaikannya sesuai dengan sumber ilmu utama kita yaitu Quran dan hadits.
Quran dan hadist adalah sumber ilmu dan pengetahuan yang merupakan wasiat dari Rasulullah. Rasulullah bersabda;“Aku tinggalkan ditengah-tengah kalian dua perkara. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnahku (hadits).”(HR. Malik; Al-Hakim & Baihaqi).
Selain Quran dan hadist kitapun dapat belajar dari sumber lain seperti Sirah Rasulullah, Sirah Para Sahabat dan Sahabiyah, Sirah Nabawiyah, dan Kitab-Kitab Ulama Klasik. Sumber-sumber ilmu tersebut akan memperkaya pengetahuan agama kita, namun tentu akan berat bagi sebagian orang untuk dapat mempelajarinya, terlebih bagi yang tidak atau kurang suka membaca. Untuk itulah adanya majelis-majelis ilmu dengan berbagai tema kajian baik tadabur Quran, sirah dan lainnya akan memudahkan kita untuk mempelajarinya. Mendengar narasumber/penceramah yang menyampaikan kajian mengenai tadabur Quran atau sirah nabawiyah, kemudian meresapi dan mengamalkannya, insya Allah akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita.
Dan bagi yang tidak dapat menghadiri majelis taklim karena pekerjaan, karena kesibukan di rumah carilah sumber-sumber ilmu yang terpercaya dari buku-buku, dari internet atau dari sahabat yang sering menghadiri majelis-majelis ilmu. Namun, tentu alangkah baiknya jika sesekali menyempatkan hadir pada majelis-majelis ilmu, entah sendiri atau mungkin bersama keluarga. Jika kita masih sempat untuk pergi ke pusat-pusat perbelanjaan sekedar berkumpul bersama sahabat atau keluarga, cobalah sesekali berubah haluan untuk pergi menghadiri pengajian yang diadakan di sekitar rumah Anda. InsyaAllah, ketika Anda telah merasakan nikmatnya menuntut ilmu di majelis-majelis ilmu dan bertemu sahabat-sahabat baru yang selalu mengajak Anda pada kebaikan dan mempelajari hal-hal yang sebelumnya belum diketahui, Anda akan merasa ketagihan. Perlahan mungkin menghadiri majelis-majelis ilmu akan menjadi kebiasaan dan gaya hidup Anda.
Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat. Untuk dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, ada adab-adab dalam menuntut ilmu yang sebaiknya kita lakukan, yaitu :
  1. Mengikhlaskan niat menuntut ilmu karena Allah Ta’ala. Tidak boleh kita dalam menuntuk ilmu berniat untuk tujuan yang tidak baik seperti untuk berbantahan dengan ulama, untuk membantah orang-orang bodoh agar terlihat hebat atau perbuatan tidak baik lainnya. Menurut Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah, “Niat yang baik dalam menuntut ilmu hendaklah ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, beramal dengannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi batinnya, dan mengharap kedekatan dengan Allah pada hari kiamat, serta mencari segala apa yang Allah sediakan untuk ahlinya (ahli ilmu) berupa keridhaan dan karuniaNya yang besar.”
  2. Memohon ilmu yang bermanfaat. Hendaknya setiap penuntuk ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah subhanahu wa Ta’ala dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu, serta selalu merasa butuh kepadaNya. Diantara doa yang Rasulullah ucapkan adalah: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad)
  3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya ilmu yang diperoleh dengan (sungguh-sungguh) belajar, dan sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan (kejahatan) maka ia akan dilindungi Allah dari kejelekan (kejahatan).” (Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam al’ilal mutanaahiyah dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu)
  4. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya ad-Daa’ wad Dawaa´ bahwa seseorang tidak mendapat ilmu disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Dosa yang paling besar adalah syirik dan durhaka kepada orangtua. Serta dosa-dosa besar lainnya, seperti makan harta orang lain, utang tidak dibayar, muamalah riba, minum khamr, makan dan minum dari usaha yang haram, membuka aurat di depan yang bukan mahramnya, dusta, ghibah, dan memfitnah seorang muslim. Termasuk sulit untuk menahan gerak lisannya.
  5. Tidak boleh sombong dan malu. Lihatlah bagaimana Nabi Musa meninggalkan dakwahnya untuk sementara waktu kemudian menuntut ilmu kepada Nabi Khidir.
  6. Diam dan mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan. Allah berfirman: “(Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az Zumar (39) ayat 18).
  7. Berusaha memahami ilmu yang disampaikan. Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud pernah berdoa: “Ya Allah tambahkanlah kepada kami keimanan, keyakinan, dan pemahaman (yang benar).” (Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Imam Ahmad).
  8. Mengikat ilmu dengan tulisan. Rasulullah bersabda; “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dari Anas bin Malik)
  9. Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Rasulullah telah mengingatkan agar kita mengamalkan ilmu yang dipelajari, sebagaimana sabdanya; “Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, tentang tubuhnya –capek dan letihnya- untuk apa ia gunakan.” (HR. Ar Tirmidzi).
Dal Dalam hal menuntut ilmu, suri teladan bagi muslimah adalah Ummul mukminin kita Ibunda Aisyah. Beliau terkenal sebagai wanita yang pakar dalam bidang periwayatan hadist –sumber hukum dan ajaran Islam yang kedua-, sejarah bangsa Arab, dan ilmu kedokteran di zamannya. Para penuntut ilmu di zamannya berbondong-bondong menimba ilmu darinya.

Minggu, 15 Desember 2013

Awy' Ameer Qolawun: 5 doa sapu jagat

Awy' Ameer Qolawun: 5 doa sapu jagat: 5 doa sederhana, yang harus kita hafal, dan selalu kita panjatkan. Terutama setelah sholat 5 waktu. Doa-doa penyapu langit dan bumi : 1. Rob...

Selasa, 03 Desember 2013

Bunga


Ya Rabb….
Izinkan aku menjadi sekuntum bunga, 
Yang dihiasi dengan kelopak akhlaq mulia,
Harum wanginya dengan ilmu agama,
Cantiknya kaerna iman dan taqwa,
Namun keindahan zahirnya kusimpan rapi,
Biar menjadi rahasia yang kekal abadi,
Bukan perhatian mata lelaki ajnabi,
Yang menjadi puncak fitnah hati.
Illahi Rabbi…
Tumbuhkanlah duri yang memagari diri,
Agar diriku terpelihara dari noda duniawi,
Yang akan menghilangkan keharuman sejati,
Yang akan memudarkan kecantikan diri.
Dibalik kekurangan yang tercipta,
Bukanlah alasan untuk bermuram durja,
Karena setiap yang tercipta ada hikmahnya.
Izinkan ya Allah agarku menjadi permata,
Tetap menyinar walau di lumpur hina,
Tetap berharga walau dimana saja…
Buat ummat dan juga keluarga,
Izinkan aku menjadi seindah mawar berduri,
Yang menjadi impian setiap muslimah,
Yang indahnya bukan untuk lelaki,
Tapi permata untuk yang bernama suami..
Amin Allahumma Aamiin….
firanda andirja

Tabarruj


TABARRUJ, DANDANAN ALA JAHILIYAH WANITA MODERN
Oleh :Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, MA

Bentuk-Bentuk Tabarruj
[ Ringkasan dari pembahasan dalam kitab “al-‘Ajabul ‘ujaab fi asykaalil hijaab” (hal. 87-109), tulisan syaikh ‘Abdul Malik bin Ahmad Ramadhani, dengan sedikit tambahan.]
1. Termasuk tabarruj: Mengenakan jilbab yang tidak menutupi dan meliputi seluruh badan wanita, seperti jilbab yang diturunkan dari kedua pundak dan bukan dari atas kepala
[ Lihat “fataawa lajnah daimah” (17/141)].
Ini bertentangan dengan makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيْبِهِنَّ

“Hendaknya mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka” [al-Ahzaab: 59].

Karena jilbab seperti ini akan membentuk/mencetak bagian atas tubuh wanita dan ini jelas bertentangan dengan jilbab yang sesuai syariat Islam.
2. Termasuk tabarruj: Mengenakan jilbab/pakaian yang terpotong dua bagian, yang satu untuk menutupi tubuh bagian atas dan yang lain untuk bagian bawah.
Ini jelas bertentangan dengan keterangan para ulama yang menjelaskan bahwa jilbab itu adalah satu pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita dari atas sampai ke bawah, sehingga tidak membentuk bagian-bagian tubuh wanita yang memakainya.
3. Termasuk tabarruj : Memakai jilbab yang justru menjadi perhiasan bagi wanita yang mengenakannya.
Hikmah besar disyariatkan memakai jilbab bagi wanita ketika keluar rumah adalah untuk menutupi kecantikan dan perhiasannya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya, sebagaimana firman-Nya:

وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ إلا لِبُعُوْلَتِهِنَّ أو آبائِهِنَّ…

“Dan janganlah mereka (wanita-wanita yang beriman) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami-suami mereka, atau bapak-bapak mereka…” [an-Nuur: 31].
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata:
“Tujuan diperintahkannya (memakai) jilbab (bagi wanita) adalah untuk menutupi perhiasannya, maka tidak masuk akal jika jilbab (yang dipakainya justru) menjadi perhiasan (baginya). Hal ini, sebagaimana yang anda lihat, sangat jelas dan tidak samar”
[ Kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 120)]
Termasuk dalam hal ini adalah “jilbab gaul” atau “jilbab modis” yang banyak dipakai oleh wanita muslimah di jaman ini, yang dihiasi dengan renda-renda, bordiran, hiasan-hiasan dan warna-warna yang jelas sangat menarik perhatian dan justru menjadikan jilbab yang dikenakannya sebagai perhiasan baginya.
4. Termasuk tabarruj : Mengenakan jilbab dan pakaian yang tipis atau transparan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata:
“Adapun pakaian tipis maka itu akan semakin menjadikan seorang wanita bertambah (terlihat) cantik dan menggoda.
Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Akan ada di akhir umatku (nanti) wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, di atas kepala mereka (ada perhiasan) seperti punuk unta, laknatlah mereka karena (memang) mereka itu terlaknat (dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala)”.(Riwayat ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamush shagiir” (hal. 232) dinyatakan shahih sanadnya oleh syaikh al-Albani)
Dalam hadits lain ada tambahan: “Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau (wangi)nya, padahal sungguh wanginya dapat dicium dari jarak sekian dan sekian”
[Riwayat imam Muslim ]
Imam Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Maksud Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam hadits ini) adalah wanita-wanita yang mengenakan pakaian (dari) bahan tipis yang transparan dan tidak menutupi (dengan sempurna), maka mereka disebut berpakaian tapi sejatinya mereka telanjang”
[Kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 125-126)]
Dalam sebuah atsar yang diriwayatkan oleh imam Malik dalam “al-Muwaththa’” (2/913) dan Muhammad bin Sa’ad dalam “ath-Thabaqaatul Kubra” (8/72), dari Ummu ‘Alqamah dia berkata: “Aku pernah melihat Hafshah bintu ‘Abdur Rahman bin Abu Bakr menemui ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma dengan memakai kerudung yang tipis (sehingga) menampakkan dahinya, maka ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma merobek kerudung tersebut dan berkata: “Apakan kamu tidak mengetahui firman Allah yang diturunkan-Nya dalam surah an-Nuur?”. Kemudian ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma meminta kerudung lain dan memakaikannya”.
5. Termasuk tabarruj : Mengenakan jilbab/pakaian yang menggambarkan (bentuk) tubuh meskipun kainnya tidak tipis, seperti jilbab/pakaian yang ketat yang dikenakan oleh banyak kaum wanita jaman sekarang, sehingga tergambar jelas postur dan anggota tubuh mereka.
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah berkata:
“Karena tujuan dari memakai jilbab adalah supaya tidak timbul fitnah, yang ini hanya dapat terwujud dengan (memakai) jilbab yang longgar dan tidak ketat. Adapun jilbab/pakaian yang ketat, meskipun menutupi kulit akan tetapi membentuk postur tubuh wanita dan menggambarkannya pada pandangan mata laki-laki. Ini jelas akan menimbulkan kerusakan (fitnah) dan merupakan pemicunya, oleh karena itu (seorang wanita) wajib (mengenakan) jilbab/pakaian yang longgar”

[Kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 131)]
Termasuk dalam larangan ini adalah memakai jilbab/pakaian dari bahan kain yang lentur (jatuh) sehingga mengikuti lekuk tubuh wanita yang memakainya, sebagaimana hal ini terlihat pada beberapa jenis pakaian yang dipakai para wanita di jaman ini
[Lihat kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 132-133).
Termasuk dalam hal ini adalah jilbab dari kain kaos yang lentur dan jelas membentuk anggota tubuh wanita yang memakainya, wallahu a’lam.]
Dalam fatwa Lajnah daimah no. 21352, tertanggal 9/3/1421 H, tentang syarat-syarat pakaian/jilbab yang syar’i bagi wanita, disebutkan di antaranya : hendaknya pakaian/jilbab tersebut (kainnya) tebal (sehingga) tidak menampakkan bagian dalamnya, dan pakaian/jilbab tersebut (kainnya) tidak bersifat menempel (di tubuh) [ Fataawa al-Lajnah ad-daaimah (17/141)]
Adapun dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh shahabat yang mulia, Usamah bin Zaid Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memakaikan untukku pakaian qibthiyah (dari negeri Mesir) yang tebal, pakaian itu adalah hadiah dari Dihyah al-Kalbi untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian pakaian itu aku berikan untuk istriku, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku:
“Kenapa kamu tidak memakai pakaian qibthiyah tersebut?”. Aku berkata: “Aku memakaikannya untuk istriku”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Suruh istrimu untuk memakai pakaian dalam di bawah pakaian qibthiyah tersebut, karena sungguh aku khawatir pakaian tersebut akan membentuk postur tulangnya (tubuhnya)”
[HR Ahmad (5/205) dan lain-lain, dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani dalam kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 131)].
Dalam hadits ini ada satu faidah penting, yaitu bahwa pakaian qibthiyah tersebut adalah pakaian dari kain yang tebal, tapi meskipun demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan bagi wanita yang mengenakanya untuk memakai di dalamnya pakain dalam lain, agar bentuk badan wanita tersebut tidak terlihat, terlebih lagi jika pakaian tersebut dari bahan kain yang lentur (jatuh) sehingga mengikuti lekuk tubuh wanita yang memakainya.
Imam Ibnu Sa’ad meriwayatkan sebuah atsar dari Hisyam bin ‘Urwah bahwa ketika al-Mundzir bin az-Zubair datang dari ‘Iraq, beliau mengirimkan sebuah pakaian kepada ibunya, Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu anhuma, pada waktu itu Asma’ Radhiyallahu anhuma dalam keadaan buta matanya. Lalu Asma’ Radhiyallahu anhuma meraba pakaian tersebut dengan tangannya, kemudian beliau berkata: “Cih! Kembalikan pakaian ini padanya!”. al-Mundzir merasa berat dengan penolakan ini dan berkata kepada ibunya : Wahai ibuku, sungguh pakaian ini tidak tipis! Maka Asma’ Radhiyallahu anhuma berkata: “Meskipun pakaian ini tidak tipis tapi membentuk tubuh orang yang memakainya”
[Riwayat Ibnu Sa’ad dalam “ath-Thabaqaatul kubra” (8/252) dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani dalam kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 127)].
6. Termasuk tabarruj : Wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi.
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam betrsabda : “Seorang wanita, siapapun dia, jika dia (keluar rumah dengan) memakai wangi-wangian, lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mencium bau wanginya maka wanita itu adalah seorang pezina”
[HR an-Nasa’i (no. 5126), Ahmad (4/413), Ibnu Hibban (no. 4424) dan al-Hakim (no. 3497), dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Hibban, al-Hakim dan adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani].
Bahkan dalam hadits shahih lainnya [Lihat kitab “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah” (no. 1031)], Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan larangan ini juga berlaku bagi wanita yang keluar rumah memakai wangi-wangian untuk shalat berjamaah di mesjid, maka tentu larangan ini lebih keras lagi bagi wanita yang keluar rumah untuk ke pasar, toko dan tempat-tempat lainnya.
Oleh karena itu, imam al-Haitami menegaskan bahwa keluar rumahnya seorang wanita dengan memakai wangi-wangian dan bersolek, ini termasuk dosa besar meskipun diizinkan oleh suaminya.[Dinukil oleh syaikh al-Albani dalam kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 139)]
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang perempuan keluar rumah dengan memakai atau menyentuh wangi-wangian dikarenakan hal ini sungguh merupakan sarana (sebab) untuk menarik perhatian laki-laki kepadanya. Karena baunya yang wangi, perhiasannya, posturnya dan kecantikannya yang diperlihatkan sungguh mengundang (hasrat laki-laki) kepadanya. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang wanita ketika keluar rumah (untuk shalat berjamaah di mesjid) agar tidak memakai wangi-wangian, berdiri (di shaf) di belakang jamaah laki-laki, dan tidak bertasbih (sebagaimana yang diperintahkan kepada laki-laki) ketika terjadi sesuatu dalam shalat, akan tetapi (wanita diperintahkan untuk) bertepuk tangan (ketika terjadi sesuatu dalam shalat). Semua ini dalam rangka menutup jalan dan mencegah terjadinya kerusakan (fitnah)” [Kitab “I’lamul muwaqqi’iin” (3/178)].
7. Termasuk tabarruj : Wanita yang memakai pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu beliau berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan, dan perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki.” [HR Abu Dawud (no. 4098), Ibnu Majah (1/588), Ahmad (2/325), al-Hakim (4/215) dan Ibnu Hibban (no. 5751), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, adz-Dzahabi dan syaikh al-Albani. Lihat kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 141)]
Dari Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu anhu beliau berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki”
[ HSR al-Bukhari (no. 5546)]
Kedua hadits di atas dengan jelas menunjukkan haramnya wanita yang menyerupai laki-laki, begitu pula sebaliknya, baik dalam berpakaian maupun hal lainnya.
[Lihat kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 146-147)]
Oleh karena itulah, para ulama salaf melarang keras wanita yang memakai pakaian yang khusus bagi laki-laki. Dari Ibnu Abi Mulaikah bahwa ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma pernah ditanya tentang wanita yang memakai sendal (yang khusus bagi laki-laki), maka beliau menjawab: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyerupai laki-laki” [ HR Abu Dawud (no. 4099) dan dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani]
Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang seorang yang memakaikan budak perempuannya sarung yang khusus untuk laki-laki, maka beliau berkata: “Tidak boleh dia memakaikan padanya pakaian (model) laki-laki, tidak boleh dia menyerupakannya dengan laki-laki” [Kitab “Masa-ilul imam Ahmad” karya imam Abu Dawud (hal. 261)]
Termasuk yang dilarang oleh para ulama dalam hal ini adalah wanita yang memakai sepatu olahraga model laki-laki, memakai jaket dan celana panjang model laki-laki [Lihat kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 150), “Syarhul kaba-ir” (hal. 212) tulisan syaikh al-‘Utsaimin dan “al-‘Ajabul ‘ujaab fi asykaalil hijaab” (hal. 100-101)]
Juga perlu diingatkan di sini, bahwa larangan wanita yang menyerupai laki-laki dan sebaliknya berlaku secara mutlak di manapun mereka berada,di dalam rumah maupun di luar, karena ini diharamkan pada zatnya dan bukan sekedar karena menampakkan aurat [Lihat keterangan syaikh al-Albani dalam kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 38) dan syaikh al-‘Utsaimin dalam “Syarhul kaba-ir” (hal. 212)].
8. Termasuk tabarruj : Wanita yang memakai pakaian syuhrah, yaitu pakaian yang modelnya berbeda dengan pakaian wanita pada umumnya, dengan tujuan untuk membanggakan diri dan populer.
[ Lihat kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 213)]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia maka Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan pada hari kiamat (nanti), kemudian dinyalakan padanya api Neraka.”
[HR Abu Dawud (no. 4029), Ibnu Majah (no. 3607 dan Ahmad (2/92), dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani]
Kaum wanita yang paling sering terjerumus dalam penyimpangan ini, karena sikap mereka yang selalu ingin terlihat menarik secara berlebihan serta ingin tampil istimewa dan berbeda dengan yang lain. Oleh karena itu, mereka memberikan perhatian sangat besar kepada perhiasan dan dandanan untuk menjadikan indah penampilan mereka.
Berapa banyak kita melihat wanita yang tidak segan-segan mengorbankan biaya, waktu dan tenaga yang besar hanya untuk menghiasi dan memperindah model pakaiannya, supaya dia tampil beda dengan pakaian yang dipakai wanita-wanita lainnya. Maka dengan itu dia jadi terkenal, bahkan model pakaiannya menjadi ‘trend’ di kalangan para wanita dan dia disebut sebagai wanita yang tau model pakaian jaman sekarang.
Perbuatan ini termasuk tabarruj karena wanita yang memakai pakaian ini ingin memperlihatkan keindahan dan perhiasannya yang seharusnya disembunyikan.
Larangan ini juga berlaku secara mutlak, di dalam maupun di luar rumah, karena ini diharamkan pada zatnya
[Lihat keterangan syaikh al-Albani dalam kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 38)].

Nb : Banjarmasin, 05 Desember 2013 *mogamanfaat

sumber diantaranya :
http://almanhaj.or.id/
content/3297/slash/0

http://gadisberjilbab.tumblr.com/post/27048480068/tabarruj-dandanan-ala-jahiliyah-wanita-modern