Kumpulan artwork tim SPJ @pedulijilbab,
mudahan manfaat ^^
Apa kabar hatimu? Masihkah ia seperti embun? Merunduk tawadhu dipucuk daun.. Masihkah ia seperti karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian.. Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti bintang? Terang benderang menerangi kehidupan.. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, saudaraku.. Twet : @midahmawaddah
Jumat, 18 Juli 2014
Selasa, 04 Maret 2014
SPJ Batch 3
Alhamdulillah,
Banjarmasin 05 Maret 2014
amanah baru dipercayakan Allah buatku, untuk berbagi lewat @pedulijilbab
berbagi buat saudara-saudaraku di luar sana, sempat deg-deg an dan nunggu in hari ini juga sebelumnya.
Kami yang lolos bukan berarti lebih baik dari kalian yang belum lolos
hanya saja Allah memberikan kepercayaan, memberikan amanah untuk kami saat ini :')
semoga kalian yang belum lolos terus semangat membumikan Hijab Syar'i
Hari ini in shaa Allah resmi menjadi bagian dari Tim SPJ nya @pedulijilbab
beberapa hari yang lalu aku punya nadzar kalau lolos akan puasa selama 3 hari
in shaa Allah mudahan bisa ku bayar minggu depan nadzar nya :')
ini challenge atau tantangan yang sudah ku buat tahap 2 kemarin.
lampiran :
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, Puji dan syukur atas segala nikmat yang
telah Kau berikan ya Rabb, atas karunia dan amanah yang telah Engkau titipkan hingga
saat ini. Mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi di Peduli
Jilbab, mengamalkan serta meneruskan perjuangan Rasul-Mu, nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan
langkah hamba sampai saat ini Engkau Ridho’i, bisa menjadi penghapus dosa dan
pengangkat derajat di hadapan Engkau ya Allah, aamiin. Shalawat serta salam
senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga beliau, sahabat dan
para tabi'in, tabiut tabiahum, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Sujud syukur karena sudah di berikan kesempatan untuk
berkontribusi di peduli jilbab secara langsung. Dalam kesempatan challenge atau
tantangan kali ini saya ingin menjadi bagian dari divisi Tim Kreativ di peduli
jilbab. Kenapa saya ingin menjadi bagian dari tim kreative-nya peduli jilbab,
karena menurut saya dakwah tidak hanya bisa kita lakukan lewat buku ataupun
lisan secara langsung saja, tetapi juga bisa kita lakukan lewat karya-karya
yang mana tujuannya sama-sama ingin berbagi dan bermanfaat bagi orang lain,
sebagai tanda dan kasih sayang kita kepada mereka sesama muslimah khususnya
bahwa jilbab itu wajib kita kenakan, bahkan ada aturannya, ada kriteria dan
syarat yang harus kita penuhi dalam memakainya. Disamping itu saat saya tak
lagi ada, karya yang sudah saya buat juga masih dapat di gunakan muslimah yang
lainnya. Aksi nyata yang akan saya lakukan di tantangan ini adalah in shaa
Allah akan membuat karya-karya yang gak cuman bisa di didapatkan oleh pengguna
aktif di twitter atau facebook saja, tetapi juga di media sosial lainnya.
Karena kebetulan saya pengguna aktif internet, sehingga lebih mudah untuk
mengakses media sosial lainnya. Selain itu karena Alhamdulillah saya berada di
Banjarmasin, lingkungan disini sudah banyak yang berhijab syar’I, jadi menurut
saya divisi Tim Kreative inilah menjadi divisi pilihan saya yang sesuai dengan
kegemaran dan kebutuhan muslimah disini dan di tempat lainnya, disamping ada
salah satu rekan juga yang akan bekerja sama dengan saya nantinya di daerah
regional Banjarmasin yang sudah memilih tim divisi Jilbab Share. Semoga kami
sama-sama lulus dalam tantangan ini, aamiin. Walau saya memilih divisi Tim
Kreative, tetapi tak menutup kemungkinan saya juga akan berbagi dengan lisan
secara langsung kepada muslimah di Banjarmasin dan di Kalimantan Tengah
nantinya saat saya sudah lulus perkuliahan. Karena masih banyak muslimah di
Kalimantan Tengah yang belum mengenakan kerudung, apalagi berhijab secara
syar’i. Sedih rasanya melihat fakta itu, maka dari itu saya merasa ini tugas
kita yang sudah tahu untuk menyampaikan ayat-Nya kepada mereka yang mana memang
benar-benar tidak tahu akan wajibnya jilbab dan kerudung. Belajar mencabut rasa
malu untuk menyampaikan kebenaran serta kebaikan di kesempatan ini yaitu di
Peduli Jilbab, tapi malulah saat kita tak taat pada Allah J
Saat di Kalimantan Tengah juga saya ingin sekali
mengadakan seminar ataupun sosialisasi jilbab di sekolah ataupun di masyarakat
secara langsung, karena juga ada tim Peduli Jilbab yang sudah berada di
Kalimantan Tengah yang in syaa Allah akan membantu mewujudkan keinginan lama
saya itu.
Target lain yang ingin saya lakukan nanti adalah
membuat karya yang berhubungan dengan muslimah, tentang jilbab khususnya
minimal 1 karya dalam 1 atau 2 minggu sekali. Kemudian berbagi karya tersebut
lewat media-media sosial, selain itu karena banyak muslimah yang sering
beralasan dan merasa lingkungan tidak mendukung mereka berjilbab, saya ingin
berbagi kepada mereka, menyampaikan kepada mereka bahwa tekad dan niat yang
kuat tidak akan menjadi penghalang kita untuk berjilbab syar’i walaupun
lingkungan tidak mendukung. Tetapi kitalah yang seharusnya mempengaruhi mereka
untuk membuat lingkungan tersebut jadi baik dikemudian hari. Ingin melakukan
pertemuan rutin kepada muslimah yang tertarik atau merasa ingin tahu banyak
tentang jilbab khusus buat muslimah yang berada satu kota dengan tempat saya
kuliah atau di daerah Kalimantan Tengah saat saya libur kuliah, karena
pertemuan langsung in shaa Allah akan lebih efektif dalam mengajak mereka yang
baru belajar tentang jilbab syar’i.
Saat pertama mengenakan jilbab syar’i hal pertama yang terlintas
adalah rasa sedih dan ingin sekali mengajak yang lain juga untuk mengenakan apa
yang saya kenakan, maka dari itu menurut saya PEDULI JILBAB ini adalah wadah
atau sarana yang tepat buat saya dan saudara lainnya yang ingin berbagi tetapi
masih belum menemukan tempat dukungan akan itu semua. Bekerja sama menyadarkan
saudara diluar sana akan wajibnya jilbab itu, merubah pikiran mereka akan kuno
dan tidak cantiknya jilbab syar’i. Ingin menjadikan Peduli Jilbab tambah
dikenal para muslimah lagi, karena inilah tempatnya para muslimah yang ingin
mengetahui lebih banyak tentang jilbab ^^
Rasa persaudaraan yang timbul karena hubungan ukhuwah J dan berusaha memperbanyak saudara untuk mau ikut menjadi
bagian dari perjuangan kita, hal ini karena masih banyaknya muslimah yang sudah
berHijab Syar’i tetapi mereka belum ingin menyampaikan apa yang sudah mereka
ketahui, belum ada keinginan yang kuat untuk berdakwah. Jadi keinginan ke
depannya juga menyadarkan mereka yang seperti itu agar mau menjadi pejuang
jilbab, sehingga para pejuang Jilbab akan semakin banyak lagi ke depannya, In shaa
Allah. Selain itu akan mengajak mereka yang sudah melakukan pertemuan rutin itu
untuk berdiskusi juga belajar berbicara di depan umum. Target lainnya ingin
mempunyai teman baru dalam tiap bulannya berhijrah kejilbab syar’I, tak lupa
juga berusaha lebih lagi dalam membuat karya, agar hasil yang didapat tidak
hanya bagus menurut saya, tetapi juga dimata muslimah lainnya. Alhamdulillah
sekarang rasa yakin itu semakin kuat bahwa Allah akan menolong hamba yang
menolong agama-Nya. Berkomitmen tidak akan main-main dalam amanah yang sudah
dipercayakan kepada saya J
Banjarmasin, 17 Februari 2014
Peluk hangat,,,
Hamidah (@midahmawaddah)
Wassalamu
‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Beberapa lampiran karya yang pernah saya buat :
Jumat, 28 Februari 2014
Tentang Cinta
“Doa Sayyid Qutb Tentang Cinta"
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta. Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati. Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu.
Ya Robbi, jika aku jatuh hati. Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.
Ya Robbul ‘Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu. Jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasihmu. Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat disepertiga malam terakhir-Mu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu. Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu. Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya, tunjukanlah jalan-jalannya, penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tidak pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan pada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
-As-Syahid Sayyid Qutb-
Senin, 24 Februari 2014
Cinta'i Ibu mu
Bismillah..
Alhamdulillah bisa nulis kembali, gak tau kenapa, apakah aku yang begitu peka, membaca cerita pendek dari blog nya kakek Jamil Azzaini atau ada alasan lain yang begitu menderu :') cerita ini membuat air mata ku terjatuh, ya Allah begitu sayangnya kami dengan wanita mulia bernama ibu itu. semoga cerita pendek ini juga dapat memberikan inspirasi pada kalian semua yang sudah membacanya, terutama buatku yang sudah posting, kasih sayang dan cintanya yang tak kan pernah mampu kita balas. Selamat membaca ^^ semoga rasa cinta itu akan semakin bertambah, in shaa Allah
Alhamdulillah bisa nulis kembali, gak tau kenapa, apakah aku yang begitu peka, membaca cerita pendek dari blog nya kakek Jamil Azzaini atau ada alasan lain yang begitu menderu :') cerita ini membuat air mata ku terjatuh, ya Allah begitu sayangnya kami dengan wanita mulia bernama ibu itu. semoga cerita pendek ini juga dapat memberikan inspirasi pada kalian semua yang sudah membacanya, terutama buatku yang sudah posting, kasih sayang dan cintanya yang tak kan pernah mampu kita balas. Selamat membaca ^^ semoga rasa cinta itu akan semakin bertambah, in shaa Allah

Bapak Rela Kau Lebih Mencintai Mama
Senin kemarin, anak saya Hana Fadhila Firdausi (Hana, kelas 8) libur. Sekolahnya digunakan untuk try out kakak kelasnya. Karena ingin ngobrol dari hati ke hati dengan Hana, kemarin saya juga memutuskan untuk di rumah saja. Alhamdulillah, saya bisa ngobrol empat mata dengan anak saya yang sudah mulai remaja ini.
Kami ngobrol tentang bagaimana interaksi yang baik antara orang tua dan anak. Bagaimana pengorbanan seorang ibu, apa yang harus dijaga oleh seorang ibu agar anaknya selalu berada di jalan yang benar. Saya sampaikan kepada Hana, “Kamu harus mencintai dan menaruh rasa hormat kepada mamamu tiga kali lebih besar dibandingkan yang kamu lakukan kepada bapak.”
Saya menambahkan, “Ucapan seorang ibu bisa menjadi doa. Dulu di kampung bapak, ada seorang anak yang diminta ibunya untuk membantu bekerja. Anak itu menolak sambil marah-marah. Sang ibu kemudian berkata, busuk kakimu! Maka, beberapa hari kemudian kaki anak itu bengkak, membesar dan menimbulkan bau busuk.”
Saya lanjutkan cerita itu dengan pesan, “Saat kelak kamu menjadi seorang ibu, jaga dan berhati-hatilah terhadap yang kamu ucapkan. Ucapanmu adalah doa. Nah, kamu sekarang masih menjadi seorang anak maka tugasmu menjaga agar mamamu tidak terpancing mengucapkan kata-kata yang kotor.”
Saya kemudian bertanya kepada Hana, “Bagaimana agar mama tidak terpancing mengucapkan kata yang kotor?” Sambil terisak Hana menjawab, “Hana harus taat sama mama, Hana harus nurut sama mama, Hana harus menghormati mama. Hana gak boleh membuat mama marah.”
Suasana hening, saya menarik nafas panjang, butiran air mata mengalir pelan di pipi saya. Dengan terbata-bata saya berkata, “Menghormati mama tak cukup hanya cium tangan, memeluk, mendoakan dan bilang I love you ke mama. Kamu juga harus memuliakan tamu-tamu, teman-teman dan saudara mama. Kamu juga harus berusaha keras agar mamamu bangga dengan kamu.”
Setelah beberapa saat dalam suasana hening, saya tutup obrolan itu dengan berkata, “Mbak Hana, ridho Allah tergantung ridho orang tua. Maka buatlah agar mamamu selalu ridho kepadamu. Bapak rela cintamu kepada mama jauh lebih besar dibandingkan ke bapak. Kamu cinta khan sama bapak?” Setelah Hana mengangguk, saya berkata, “Berikan cintamu kepada mama tiga kali lipat dibandingkan cintamu kepada bapak.”
Senin kemarin, anak saya Hana Fadhila Firdausi (Hana, kelas 8) libur. Sekolahnya digunakan untuk try out kakak kelasnya. Karena ingin ngobrol dari hati ke hati dengan Hana, kemarin saya juga memutuskan untuk di rumah saja. Alhamdulillah, saya bisa ngobrol empat mata dengan anak saya yang sudah mulai remaja ini.
Kami ngobrol tentang bagaimana interaksi yang baik antara orang tua dan anak. Bagaimana pengorbanan seorang ibu, apa yang harus dijaga oleh seorang ibu agar anaknya selalu berada di jalan yang benar. Saya sampaikan kepada Hana, “Kamu harus mencintai dan menaruh rasa hormat kepada mamamu tiga kali lebih besar dibandingkan yang kamu lakukan kepada bapak.”
Saya menambahkan, “Ucapan seorang ibu bisa menjadi doa. Dulu di kampung bapak, ada seorang anak yang diminta ibunya untuk membantu bekerja. Anak itu menolak sambil marah-marah. Sang ibu kemudian berkata, busuk kakimu! Maka, beberapa hari kemudian kaki anak itu bengkak, membesar dan menimbulkan bau busuk.”
Saya lanjutkan cerita itu dengan pesan, “Saat kelak kamu menjadi seorang ibu, jaga dan berhati-hatilah terhadap yang kamu ucapkan. Ucapanmu adalah doa. Nah, kamu sekarang masih menjadi seorang anak maka tugasmu menjaga agar mamamu tidak terpancing mengucapkan kata-kata yang kotor.”
Saya kemudian bertanya kepada Hana, “Bagaimana agar mama tidak terpancing mengucapkan kata yang kotor?” Sambil terisak Hana menjawab, “Hana harus taat sama mama, Hana harus nurut sama mama, Hana harus menghormati mama. Hana gak boleh membuat mama marah.”
Suasana hening, saya menarik nafas panjang, butiran air mata mengalir pelan di pipi saya. Dengan terbata-bata saya berkata, “Menghormati mama tak cukup hanya cium tangan, memeluk, mendoakan dan bilang I love you ke mama. Kamu juga harus memuliakan tamu-tamu, teman-teman dan saudara mama. Kamu juga harus berusaha keras agar mamamu bangga dengan kamu.”
Setelah beberapa saat dalam suasana hening, saya tutup obrolan itu dengan berkata, “Mbak Hana, ridho Allah tergantung ridho orang tua. Maka buatlah agar mamamu selalu ridho kepadamu. Bapak rela cintamu kepada mama jauh lebih besar dibandingkan ke bapak. Kamu cinta khan sama bapak?” Setelah Hana mengangguk, saya berkata, “Berikan cintamu kepada mama tiga kali lipat dibandingkan cintamu kepada bapak.”
Hanapun semakin terisak, sementara saya tertegun dan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya sudah termasuk orang yang memulikan ibu?” Hana menangis menuju kamarnya. Sementara saya bersujud kemudian mendokan ibu saya yang sangat saya cintai.
Wanita adalah Amanah
Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Terlebih jika jilbab itu tidak hanya sekedar untuk menutupi tubuhnya, akan tapi juga menjilbabkan hati. Dan jika ia tak bersampul, maka ia akan terlihat lebih kusam, ternoda oleh coretan, sobek, karena dia tidak bisa menjaga dirinya, itu karena dia membiarkan auratnya terlihat oleh laki-laki bukan mahramnya.
Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Dan sudah seharusnya kita menjaga amanah ini, dengan membentengi diri kita iman dan ilmu. Senantiasa belajar dan berusaha untuk selalu memperbaiki diri. Karena memang menjadi wanita baik itu tidak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman. Lihatlah di luar sana, masih banyak wanita yang dengan bangganya mengobral kehormatan dan kecantikannya, memperlihatkan auratnya kepada non mahram, bahkan ada diantara mereka yang sampai terenggut kehormatannya dikarenakan tidak bisa menjaga dirinya. Astaghfirullah, susahnya menjadi wanita.
Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi Kau yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikan diriku seorang wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini kepadaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun. Dan seperti apa diri kita kelak sangat di pengaruhi oleh bagaimana cara kita bersikap, dan menjaga izzah dan iffah kita.
Ukhti, bersyukurlah karena engkau di karunia wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna. Dan sudah seharusnya engkau menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan memamerkan aurat kepada laki-laki bukan mahram, sehingga membuat mereka tergoda dan memuja kecantikanmu. Tapi jagalah amanah tersebut dengan menjaga dirimu dari hal-hal yang Allah murkai, karena cantik yang sesungguhnya adalah ketika engkau bisa menjaga dirimu dan kehormatanmu. Bukan dengan berlomba-lomba mempercantik tubuh sehingga tidak mengindahkan batasan-batasan yang telah Allah berikan kepadamu.
Sungguh rasanya malu diri ini, ketika aku tidak bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan kepadaku. Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tandukku tidak berkenan di hati sahabat-sahabatku . Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya. Aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini.
*sumber : dakwahmuslimah
Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Dan sudah seharusnya kita menjaga amanah ini, dengan membentengi diri kita iman dan ilmu. Senantiasa belajar dan berusaha untuk selalu memperbaiki diri. Karena memang menjadi wanita baik itu tidak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman. Lihatlah di luar sana, masih banyak wanita yang dengan bangganya mengobral kehormatan dan kecantikannya, memperlihatkan auratnya kepada non mahram, bahkan ada diantara mereka yang sampai terenggut kehormatannya dikarenakan tidak bisa menjaga dirinya. Astaghfirullah, susahnya menjadi wanita.
Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi Kau yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikan diriku seorang wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini kepadaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun. Dan seperti apa diri kita kelak sangat di pengaruhi oleh bagaimana cara kita bersikap, dan menjaga izzah dan iffah kita.
Ukhti, bersyukurlah karena engkau di karunia wajah yang cantik dan tubuh yang sempurna. Dan sudah seharusnya engkau menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan memamerkan aurat kepada laki-laki bukan mahram, sehingga membuat mereka tergoda dan memuja kecantikanmu. Tapi jagalah amanah tersebut dengan menjaga dirimu dari hal-hal yang Allah murkai, karena cantik yang sesungguhnya adalah ketika engkau bisa menjaga dirimu dan kehormatanmu. Bukan dengan berlomba-lomba mempercantik tubuh sehingga tidak mengindahkan batasan-batasan yang telah Allah berikan kepadamu.
Sungguh rasanya malu diri ini, ketika aku tidak bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan kepadaku. Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tandukku tidak berkenan di hati sahabat-sahabatku . Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya. Aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini.
*sumber : dakwahmuslimah
Minggu, 23 Februari 2014
Namamu
*Aku Hanya Menulis Namamu*
teruntuk kamu,
yang setia berkunjung di setiap mimpiku,
aku hanya menulis sajak,
yang kutunjukkan untukmu,
untuk setiap saat dimana aku merindumu,
ataupun mencintamu,
akupun sungguh tak tahu
dan semua itu,
masih tentang kamu
akupun hanya menulis,
rencana hidupku yang mungkin
lebih cocok kusebut mimpi,
bersama kamu,
menatap senja,
bermain layang-layang,
tanpa harus ada yang sendirian,
dan pulang
aku juga hanya menulis namamu,
dalam benakku,
saat kutahu,
menyebut namamu tak mampu hilangkan rindu
aku…
ah, aku hanya menulis,
apapun yang kurasa perlu,
untuk hatiku,
untuk meringankannya ketika mengingatmu
Bandung, 23 Oktober 2011
- Tia Setiawati Priatna
teruntuk kamu,
yang setia berkunjung di setiap mimpiku,
aku hanya menulis sajak,
yang kutunjukkan untukmu,
untuk setiap saat dimana aku merindumu,
ataupun mencintamu,
akupun sungguh tak tahu
dan semua itu,
masih tentang kamu
akupun hanya menulis,
rencana hidupku yang mungkin
lebih cocok kusebut mimpi,
bersama kamu,
menatap senja,
bermain layang-layang,
tanpa harus ada yang sendirian,
dan pulang
aku juga hanya menulis namamu,
dalam benakku,
saat kutahu,
menyebut namamu tak mampu hilangkan rindu
aku…
ah, aku hanya menulis,
apapun yang kurasa perlu,
untuk hatiku,
untuk meringankannya ketika mengingatmu
Bandung, 23 Oktober 2011
- Tia Setiawati Priatna
Jumat, 24 Januari 2014
Sound of Heart
Mungkin kebaikan adalah rentetan dari perbuatan baik yang selalu kau hadirkan dalam hidup mu. Sehingga, saat datang suatu hal buruk, bukannya berfikir buruk, tapi hati dan fikiran mu selalu mencari-cari hikmah baik dibalik segala peristiwa. Kau tahu? Jiwa mu itu indah.
Maka jangan kita kotori jiwa yang indah itu dengan berfikir buruk tentang seseorang. Betapa damai dan bahagianya hidup ini. Bila kau selalu melihat seseorang dari sisi ‘indahnya’. Aku tahu. Setiap insan memiliki sisi khilafnya, tapi bukankah engkau senang bila orang lain melihat mu hanya dari sisi baik mu? Tentu saja, bukan? :)
Hal itu yang aku pelajari disini, Jerman. Mungkin bila aku boleh mengeluh, akan banyak hal buruk yang akan aku keluhkan. Tapi, untuk apa aku berkeluh kesah bila banyak sekali kebaikan yang Allah hadirkan bila saja kita mau sedikit membuka mata dan melihat segala indah takdir-Nya. Hidup dengan banyak orang dari latar belakang budaya yang berbeda memang bukan perkara mudah. Butuh toleransi yang tinggi juga fikiran jernih untuk selalu mencoba memahami orang lain.
Bila kita selalu mencoba untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan mencoba untuk merasakan “Bagaimana kiranya bila aku merasakan apa yang ia rasakan?” Aku rasa, engkau akan lebih mencintai orang-orang di sekitar mu. Satu hal bahwa, "Tidak ada manusia yang sempurna."
Setiap orang memiliki masa lalu mereka yang mungkin manis, mungkin juga asam, atau malah pahit? Bukankah indah bila kita bisa saling berbagi dalam perbedaan ini? Jiwa mu itu indah. Maka jadilah keindahan bagi orang-orang disekitar mu.
Gießen,
25.01.2014
Source : http://sheylalestarini.tumblr.com/post/74433491507/kebaikan-berbuah-kebaikan
NB, My Quotes : Sungguh ku ingin jadi hambaMu yang pengasih dan penyayang ya اَللّهُ , yang tak menyimpan kebencian serta kedendaman kepada insan, pemaaf jauh lebih menenangkan
Langganan:
Postingan (Atom)












































































